Ramadhan Yang Asosial
Kegiatan Sosial Dibulan Ramadhan Yang ASOSIAL !!!!
Hafsah Salim. Senin, 02 Oktober 2006
ZAKAT = Kegiatan Sosial Dibulan Ramadhan Yang ASOSIAL !!!! Dalam ajaran Islam, Zakat adalah kegiatan Sosial yang paling dibanggakan umat Islam karena kegiatan zakat ini mendorong, mengingatkan, atau sentuhan iman dalam menggerakkan hati umat untuk
memberikan sebagian kekayaannya secara sukarela untuk mereka yang tidak berpunya atau kekurangan. Begitulah kata-katanya, dan begitu juga dalam prakteknya, dipengkolan jalan kalau ada pengemis yang minta sumbangan pasti merengek-rengek rendah diri, memalukan, dan menyebalkan, berbeda kalau panitia pemungut zakat yang meminta sumbangan di pengkolan jalan yang sama, maka aksinya berbeda, bukan merengek-rengek, dan juga memintanya buka malu-malu, bahkan dengan gagah, kadang-kadang sambil bertolak pinggang sambil menggertak, assalamualaikum pak, dan mobil mewah sekalipun diberhentikan, bapak kan Muslim? Kami cuma mengingatkan kewajiban saja pak, perintah Allah jangan sampai dilupakan. Sang pemilik mobil kebetulan cuma bawa uang kecil, setelah dimasukkan kekotak Zakat, mobil jalan lagi, sipemungut zakat menggeprak belakang mobilnya, sambil bilang, dasar kafir lu, masa Allah dihargai cuma segitu, ini kan Ramadhan pak? Murtad lu !!!
Demikianlah gambaran pemungut Zakat yang lebih gagah daripada pengemis. Namun sewaktu secara diam-diam saya rekam kejadian itu dalam video dan saya pertontonkan dimuka masyarakat Amerika, ada orang Indonesia yang marah, dia bilang, bu! Jangan menghina agama dong !!!
Aku bilang, bukan aku yang menghina agama, melainkan agama itu memang ajaran yang hina.
Demikianlah kalau praktek zakat itu ditulis maka akan menyesatkan, kayaknya kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat, padahal dizaman Muhammad, juga biasa menarik zakat ditengah padang pasir dimana pedagang-pedagang Yahudi sering lewat. Waktu dimintai Zakat, orang Yahudi yang bersedia memberi uang dari sakunya, kemudian malah dirogoh-rogoh kantongnya, diperiksa ontanya, akhirnya semua barang dirampas.
Demikianlah praktek zakat dizaman Muhammad tidak banyak bedanya seperti yang anda lihat di pengkolan jalan, di gerbang masuk pelacuran, di muka meja pak Lurah, di pengurusan surat-surat di kecamatan, pokoknya di semua bidang kegiatan yang ada mejanya mesti ada kotak zakat yang besar. Untuk siapakah uang zakat itu, tentu untuk orang miskin, namun banyak orang miskin yang mengeluh kepada saya kalau mereka dipaksa bayar zakat tak pernah menerima bantuan zakat. Barulah kita tahu setelah menteri agama diadili dengan tuduhan Korupsi, rupanya uang zakat itu dibagi-bagi oleh menteri agama untuk kalangan sendiri. Semoga kita semua umat Islam mau jujur pada diri sendiri untuk mengakui bahwa Zakat memang merupakan ajaran agama yang paling korup, bukan salah umatnya, melainkan kesalahan agama yang membuka kesempatan kepada umatnya untuk berbuat salah, karena tujuannya juga sebenarnya salah sama sekali.
Ny. Muslim binti Muskitawati
muskitawati@yahoo.com

0 Comments:
Post a Comment
<< Home