Monday, November 06, 2006

Zakat Bisa Jadi Penyebab System Korup

Zakat Penyebab System Korup Adalah Realitas Bukan Dramatisasi
Hafsah SalimTue, 03 Oktober 2006

Zakat Penyebab System Korup Yang Adalah Realitas Bukan Dramatisasi !!

"dimas_lsppi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau zakat di anggap sebagai sumber korupsi terdahsyat di negara ini. Aku pikir itu sesuatu yang sangat di dramatisir dan cukup berlebihan. Zakat sangat memiliki esensi yang sangat baik bagi yang meyakini dan mampu untuk menunaikanya. Jadi tidak serta merta zakat itu di bebankan kepada semua pihak (umat islam).

Yang mendramatisir itu hanyalah umat Islam itu sendiri karena padahakekatnya management sebuah negara mengontrol dan mengolah dana daripajak yang ditarik dari rakyatnya, sebaliknya kegiatan agama Islamberjalan melalui penarikan zakat yang tidak terkontrol dalam penarikandananya dimana semua instansi berwenang menariknya mulai daridepartement hingga ke RT, RW, Kelurahan, Koramil, Kecamatan hingga dipintu masuk pusat-pusat pelacuran. Dramatisasi terjadi setelah Al Quran mewajibkan tegaknya Syariah Islam sehingga berarti kegiatan negara dan kegiatan agama harus sejalan dalam merusak system kenegaraan itu sendiri seperti yang bisa kita buktikan baik dari kenyataan di Indonesia, Palestina, maupun negara-negara Islam yang lainnya. Akibatnya penarikan pajak dan penarikan Zakat merupakan double standard yang meniadakan standard itu sendiri. Itulah sebabnya, penggunaan zakat dalam organisasi kenegaraan kita namakan korupsi, sementara dalam organisasi agama kita namakan pahala dan kewajiban umat atas perintah Allah. Dan hal inilah yang menjadikan bekas menteri agama dihukum atas dasar vonis koruptor, sedangkan sang menteri merasa tindakannya memang seharusnya merupakan pahala ditinjau dari sudut agama Islam itu sendiri.

Ilmu manajemen baik untuk manajemen kenegaraan maupun manajemen perusahaan di seluruh dunia sudah berkembang ratusan tahun yang lalu yang sudah dipastikan bahwa menegakkan syariah agama dalam segala macam system management akan mengkorup negara ataupun perusahaan, atas dasar ilmiah hal ini bisa dibuktikan sehingga dalam ilmu manajemen di negara-negara maju adalah larangan untuk merusak manajemen negara atau perusahaan dengan kegiatan kewajiban agama. Hal inilah akhirnya menyebabkan negara-negara sekuler melompat maju ratusan tahun didepan negara-negara agama yang tetap terikat cara-cara biadab masa lalu dalam mempertahankan korupsi ulama-ulamanya yang membebankan umatnya sebagai kewajiban yang berpahala nantinya dibayar setelah mati.

Ny. Muslim binti Muskitawati
muskitawati@yahoo.com

0 Comments:

Post a Comment

<< Home